Sejarah Berdirinya Kerajaan Demak Lengkap dan Letak Lokasi Kerajaan
Demak - Kerajaan Demak adalah salah satu kerajaan besar di tanah Jawa. Kerajaan
Demak juga adalah Kerajaan Islam pertama yang berdiri di pulau Jawa. Tak bisa
dipungkiri, persebaran ajaran agama Islam di Jawa tidak bisa dilepaskan dari
peran Kerajaan Demak yang sangat penting. Dengan berbagai media, munculnya
Kerajaan Demak di Jawa ini semakin mempercepat proses persebaran Islam di Jawa
yang sebelumnya adalah penganut agama Hindu dan Buddha warisan kerajaan
sebelumnya. Kerajaan Demak termasuk kerajaan yang memiliki luas wilayah yang
cukup besar dengan masa kejayaan Kerajaan Demak yang juga termasuk lama.
![]() |
| Sejarah Berdirinya Kerajaan Demak Lengkap |
Sejarah berdirinya Kerajaan Demak selalu menarik untuk ditelusuri dan
dipelajari dengan lebih detail. Apalagi dengan peninggalan-peninggalan kerajaan
Demak yang masih ada sampai saat ini, tentu Kerajaan Demak adalah kerajaan yang
besar dan perkasa pada masanya. So, pada kesempatan kali ini akan kami ulas
sedikit informasi terkait berdirinya Kerajaan Demak untuk Anda. Untuk lebih
jelasnya, langsung saja simak penjelasan mengenai sejarah berdirinya Kerajaan
Islam Demak sebagai kerajaan Islam pertama di tanah Jawa di bawah ini.
Sejarah Berdirinya Kerajaan Demak
Karena Kerajaan Demak ini adalah kerajaan yang menganut ajaran agama Islam, maka ada sebagian yang menyebut Kerajaan Demak dengan sebutan Kesultanan Demak. Berdirinya Kerajaan Demak sendiri tidak bisa dilepaskan dari peran penyebar Islam di Jawa yaitu para muballigh atau pendakwah yang akrab disebut dengan Walisongo. Pola penyebaran Islam yang dilakukan Walisongo ini kemudian menjadikan Demak sebagai pusat atau sentral dalam proses mengislamkan tanah Jawa. Dalam hal ini, kemudian Raden Patah diperintah oleh Sunan Ampel dan didukung oleh para Walisongo lantas mengajarkan agama Islam dan membuka pondok pesantren di Glagah Wangi. Tak disangka, ternyata respon dari masyarakat sangat luar biasa atas kedatangan ajaran Islam ini.
Lama kelamaan, desa ini kemudian menjadi ramai dan banyak yang
berkunjung untuk berbagai kepentingan. Bukan saja sebagai pusat penyebaran
Islam dan pusat ilmu pengetahuan tentang agama, desa ini kemudian berkembang
menjadi sebuah pusat ekonomi bagi masyarakat. Desa ini menjadi pusat
perdagangan yang ramai sehingga kehidupan ekonomi semakin mapan dan sangat
stabil. Nah, dari sinilah kemudian Raden Patah mendirikan sebuah Kerajaan
dengan ajaran Islam pertama kali di tanah Jawa.
Atas restu dan dukungan para Walisongo, Raden Patah mendirikan
Kerajaan Islam pertama di Jawa yang disebut Kerajaan Demak. Berdirinya kerajaan
Demak ini diperkirakan tidak lama setelah kerajaan Majapahit runtuh yaitu
sekitar tahun 1478 M. Menurut sejarah berdirinya Kerajaan Demak, Demak sendiri
pada awalnya adalah sebuah kadipaten di bawah kekuasaan Kerajaan Majapahit.
Sebelum menjadi sebuah kadipaten, Demak adalah dikenal dengan sebutan Glagah
Wangi yang masuk dalam wilayah Kadipaten Jepara yang juga merupakan satu-satunya
kadipaten yang adipatinya sudah memeluk agama Islam.
Konon kabarnya, menurut cerita rakyat yang beredar, orang pertama kali yang dijumpai Raden Patah di Glagah Wangi adalah nyai Lembah yang berasal dari Rawa Pening. Nyai Lembah inilah yang kemudian menyarankan Raden Patah bermukim di desa Glagah Wangi yang nantinya akan dinamai sebagai Demak Bintoro. Adapun asal nama Demak sendiri ada beberapa pendapat yang berebeda seperti di bawah ini.
1. Menurut prof. Purbotjaroko, Demak berasal dari kata Delemak. Yang
artinya tanah yang mengandung air ( rawa)
2. Menurut Sholichin salam dalam bukunya “ sekitar walisongo “
menyatakan bahwa prof. Dr.Hamka berpendapat , kota Demak adalah berasal dari
bahasa arab “ Dimak” yg artinya air mata. Menggambarkan kesulitan dalam
menegakkan agam islam pada waktu itu.
3. Menurut prof. R.M. Sutjipto Wiryosuparto, Demak berasal dari bahasa
kawi yang artinya pegangan atau pemberian.
Letak dan Lokasi Kerajaan Demak
Ketika berbicara sejarah, maka akan muncul beberapa teori, dan itu tentu tidak bisa dihindarkan. Sama halnya ketika membicarakan sejarah Kerajaan Demak, maka juga akan muncul beberapa teori yang tentunya sudah didasarkan dengan fakta penelitian yang sudah dilakukan. Demikian halnya dengan letak dan lokasi suatu kerajaan, dalam hal ini Kerajaan Demak, maka juga akan muncul beberapa teori dan itu adalah suatu kewajaran. Didasarkan pada penelitian IAIN Walisongo Jawa Tengah, telah dilaporkan ada beberapa pendapat mengenai letak dan lokasi Kesultanan Demak.
1. Pendapat Pertama
Pendapat ini menyebutkan bahwa bekas kerajaan atau Kesultanan Demak
ini tidak ada. Hal ini didasarkan pada keterangan bahwa Raden Patah mulai
menyebarkan Agama Islam di Demak semata-mata hanya untuk Agama Islam saja bukan
untuk sebuah Kerajaan. Sedangkan pendirian Masjid Demak bersama Walisongo
adalah merupakan lambang kesultanan Demak. Sedangkan tempat tinggal atau
kediaman Raden Patah sendiri adalah bukan berupa sebuah Istana namun hanya
berupa rumah biasa yang letaknya diperkirakan di daerah sekitar stasiun Kereta
Api sekarang, dan tempat tersebut dinamakan dengan Rowobatok.
2. Pendapat Kedua
Pendapat ini menyebutkan bahwa pada umunya, sebuah Istana didirikan
tidak terlalu jauh dari Masjid. Dari sini kemudian berkembang pendapat yang
menyebut bahwa letak Keraton Demak kemunkinan berada dimana saat ini didirikan
Lembaga Permasyarakatan tepatnya di sebelah timur alun-alun. Pendapat ini
didasari dengan alasan bahwa pada zaman kolonial ada unsur kesengajaan untuk
menghilangkan bekas Kraton. Selain itu, pendapat ini didasai juga dengan adanya
nama-nama perkampungan yang mempunyai latar belakang historis yang hampir sama.
Seperti nama kampung sitihingkil ( setinggil) , betengan , pungkuran, sampangan
dan jogoloyo.
3. Pendapat Ketiga
Pendapat ini menyatakan bahwa, letak Keraton Demak adalah
berhadap-hadapan dengan Masjid Agung Demak dan menyeberangi sungai. Pendapat
ini didasarkan dengan adanya dua pohon pinang dan kedua pohon pinang tersebut
masih ada dan diantara kedua pohon tersebut terdapat makam Kyai Gunduk.
Masyarakat sekitar mempercayai bahwa yang ditanam sesungguhnya adalah berupa
tombak atau pusaka.
Demikian teman-teman yang bisa kami sampaikan terkait tentang sejarah berdirinya Kerajaan Demak Bintoro. Semoga sedikit informasi mengenai berdirinya kerajaan Demak Bintoro di atas bisa menambah pengetahuan dan wawasan kita tentang sejarah Kerajaan Demak. Dan terutama yang perlu dipahami juga bahwa ketika belajar mengenai sejarah, maka tentu saja akan ada banyak teori dan pendapat yang berbeda terkait suatu sejarah.
Demikian juga dengan sejarah kerajaan, tentu saja akan ada perbedaan
penapat dan itu sah-sah saja selama sebuah teori didasari dengan fakta dan data
yang ada. Sejarah berdirinya Kerajaan Demak pun juga demikian, pasti akan ada perbedaan
pendapat yang selalu menarik untuk diperbincangkan.

No comments:
Post a Comment